Welcome to Muhammad Taufiq Fauzi's Blog | Follow My Twitter @mtfauzi ^^
Tampilkan postingan dengan label notes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label notes. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 April 2011

Friendship


Friendship isn't how you forget, but how you forgive. 
Not how you listen, but how you understand. 
Not how you see, but how you feel. 
Not how you let go, but how you hold on!


pravsworld.com

Sabtu, 23 April 2011

Ini Negeri, Sungguh Punyamu, Nak!

Apa kabar pembaca? Semoga kita dalam keadaan sehat wal afiat, dan bagi yang sedang sakit, semoga segera pulih kembali kesehatannya.

Sambil menikmati Minggu sore ini, saya ingin bercerita kepada anak-anak kita, tentang kebaikan negeri Indonesia. Maklumlah, tak baik rasanya anak-anak kita selalu mengikuti pergunjingan kita tentang peristiwa-peristiwa yang membuat dada sesak: kasus korupsi, museum Kerinci yang dibangun di Malaysia, hingga bom yang meledak di Masjid Adz Zikro, Kompleks Mapolresta Cirebon, Jumat (15/4/2011).

Inilah catatan saya, semoga bermanfaat.

Kelak, nak, kau musti jelajahi seisi negeri.

Di Aceh kau bisa menikmati tari seudati dan berteguk-teguk kopi. lalu pada sepanjang Bukit Barisan, banyak kau jumpai ngarai dan danau. Dan pantainya nak, ada satu yang tak pernah ayah lupa, adalah Tanjung Tinggi di pulau Belitung yang indahnya serupa lukisan.

Jika sampai ke tanah Jawa, singgahlah dulu ke pantai Bayah yang dipenuhi batu-batu alam nan elok. O ya nak, tak jauh dari situ, bisa pula kau jumpai saudara-saudara kita suku Baduy yang masih erat menjaga tradisi kakek moyang kita yang mulia.

Engkau telah berdiri di tatar Pasundan, nak. Bukalah mata, telinga dan hatimu, untuk menikmati bunyi angklung, degung, dan lekuk-liku suara penyanyinya yang memabukkan. Terus berjalan ke timur nak, maka akan kau jumpai borobudur, prambanan, suara gamelan dan sejumlah tari-tarian yang penuh kelembutan.

O ya, nak. Jangan lupa, mampirlah sebentar ke Kecamatan Sukolilo, di sana ada saudara-sadara kita warga Sedulur Sikep yang lebih dikenal sebagai “orang Samin”, mereka itulah nak yang pernah membuat malu hati ayah, lantaran mereka yang oleh negara “didakwa” tak punya agama, nyatanya lebih agamis dalam menjalani kehidupannya.

Terus berjalan ke timur, nak. Akan kau jumpai gunung gunung cantik, reog ponorogo, karapan sapi, dan tentu saja ludruk yang sarat ujar-ujar. Jika sempat, naiklah kapal ke utara, di bumi borneo mungkin saja masih kau temui hutan raya yang dulu dibabati para pemegang hph. Tapi ayah yakin, di sana kau masih bisa menyaksikan upacara suku dayak, orang utan, dan anggrek aneka rupa.

Ayah lupa nak, kau perlu juga menjenguk kenangan masa kecil saat kau bersama ayah mengelilinmgi pulau Bali. Ya, ya… pantai Kuta, Sanur, Tanah Lot, Bedugul, tari janger, trunyan, dan tentu pula tari legong yang sudah menyebar ke negara manca.

Teruslah berjalan nak, terus ke timur,

Jumat, 22 April 2011

[Renungan] Mengapa Tuhan memilih kamu??

Arthur Ashe adalah petenis kulit hitam dari Amerika yang memenangkan tiga gelar juara Grand Slam; US Open (1968), Australia Open (1970), dan Wimbledon (1975).

Pada tahun 1979 ia terkena serangan jantung yang mengharuskannya menjalani operasi bypass. Setelah dua kali operasi, bukannya sembuh ia malah harus menghadapi kenyataan pahit, terinfeksi HIV melalui transfusi darah yang ia terima.

Seorang penggemarnya menulis surat kepadanya,"Mengapa Tuhan memilihmu untuk menderita penyakit itu?"

Ashe menjawab,"Di dunia ini ada 50 juta anak yang ingin bermain tenis, diantaranya 5 juta orang yang bisa belajar bermain tenis, 500 ribu orang belajar menjadi pemain tenis profesional, 50 ribu datang ke arena untuk bertanding, 5000 mencapai turnamen grandslam, 50 orang berhasil sampai ke Wimbeldon, empat orang di semifinal, dua orang berlaga di final. Dan ketika saya mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan, "Mengapa saya?", Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada Tuhan, "Mengapa saya?"

Sadar atau tidak, kerap kali kita merasa hanya pantas menerima hal-hal baik dalam hidup ini; kesuksesan, karier yang mulus, kesehatan. Ketika yang kita terima justru sebaliknya; penyakit, kesulitan, kegagalan, kita menganggap Tuhan tidak adil. Sehingga kita merasa berhak untuk menggugat Tuhan.

Tetapi tidak demikian. Ia berbeda dengan kebanyakan orang. Itulah cerminan hidup beriman; tetap teguh dalam pengharapan, pun bila beban hidup yang menekan berat.

Ketika menerima sesuatu yang buruk, ingatlah saat - saat ketika kita menerima yang baik...
"Kuda pemenang tidak tahu mengapa dia harus lari dan memenangkan perlombaan. Yg dia tau, dia harus berlari krn dipukul dan sakit..!!

Hidup ini seperti sebuah perlombaan. Dan Tuhan adalah komandonya atau ibarat jokinya.. Jika engkau mengalami sakit, dihajar, menerima yg tidak enak, berpikirlah : TUHAN INGIN ENGKAU MENANG !!"

*You are a winner*

 

Rabu, 06 April 2011

Singa atau Rusa ??

Setiap kali fajar menyingsing, seekor rusa terjaga. Ia tau, hari ini ia harus berlari lebih cepat dari seekor singa yang tercepat. Jika Tidak, ia akan terbunuh.

Setiap kali fajar menyingsing,seekor singa terbangun dari tidurnya. Ia tau, hari ini ia arus harus mampu mengejar seekor rusa yang paling lambat. Jika tidak, ia akan mati kelaparan.

Tak masalah apakah kau seekor rusa atau seekor singa. karena setiap kali fajar menyingsing, sebaiknya engkau mulai berlari.

(Puisi tradisional Afrika)