Welcome to Muhammad Taufiq Fauzi's Blog | Follow My Twitter @mtfauzi ^^

Selasa, 24 April 2012

Algoritma dan Flowchart USM STAN

Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis dalam penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis, sedangkan Flowchart adalah rangkaian gambar/simbol yang menggambarkan aliran proses/prosedur suatu kegiatan.



Buatlah Algoritma dan Flowchart USM STAN!!
Ketentuan:
  • Nilai rata-rata minimal 7,5 dan nilai Bahasa Indonesia minimal 7
  • Jumlah mahasiswa yang diterima 1000
Algoritma
  1. Baca data nilai ujian peserta USM STAN
  2. Jika nilai Bahasa Indonesia ≥ 7, maka jumlah nilai Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan TPA dibagi 3
  3. Jika nilai rata-rata ujian ≥ 7,5 maka masuk dalam daftar yang diurutkan
  4. Urutkan data dari yang terbesar
  5. Jika Rangking 1-1000 maka masuk daftar lulus ujian
  6. Tulis Hasil Ujian Saringan Masuk STAN
Flowchart

















































oleh: Muhammad Taufiq Fauzi (II-H KBN)



Jumat, 24 Februari 2012

Ano Hi Mita Hana no Namae o Boku-tachi ha Mada Shiranai



Ano Hi Mita Hana no Namae wo Bokutachi wa Mada Shiranai. (あの日見た花の名前を僕達はまだ知らない "We Still Don't Know the Name of the Flower We Saw That Day."), atau pendeknya bisa juga disebut Ano Hana.

Type: TV Anime | Episodes: 11 | Aired: April 15th (Spring 2011) | Genres: Slice of Life | Animation Production: A-1 Pictures Inc. | Broadcaster: BS Fuji, Fuji TV (Noitamina), Kansai TV, Noitamina, Tokai TV | Production: Aniplex, Dentsu Inc., Fuji TV

Anime ini mengisahkan tentang sekelompok teman masa kecil (childhood friend) yang terdiri dari enam orang (Menma, Jintan, Anaru, Yukiatsu, Tsuruko, dan Poppo), yang kemudian berpisah setelah Menma meninggal dunia karena kecelakaan. Cerita dimulai 10 tahun kemudian, Jintan yang mengurung dirinya dari masyarakat melihat sosok (hantu) menma, dan dimintai untuk mewujudkan sebuah keinginan yang belum terlaksana.

Untuk memenuhi keinginan Menma maka Jintan harus meyakinkan keempat teman yang lain, perjuangan dimulai, konflik-konflik mulai bermunculan hingga membawa cerita ke flashback kematian Menma yang “misterius”, akhirnya mereka berlima berusaha mewujudkan impian Menma..

Bagaimana kisah akhir dari anime ini?? Apakah sebenarnya keingainan dai menma yang belum terkabul?? Silakan menonton sendiri :)


Anime ini lebih dari biasa, penonton akan dibuat benar-benar menangis terharu terutama ketika episode yang terakhir (pengalaman sendiri), saya sangat merekomendasikan anime ini, banyak teman yang sudah nonton dan mengatakan jika anime ini memang sangat luar biasa.


Selain ceritanya yang bagus, OSTnya pun bisa dibilang sesuai

  • Opening Song : Aoi Shiori by Galileo Galilei
  • Ending Song : Secret Base ~Kimi ga Kureta Mono~ (10 years after Ver.) by Ai Kayano, Haruka Tomatsu, and Saori Hayami

Kimi ga Kureta Mono diciptakan tahun 2001 dan dipakai untuk anime ini di tahun 2011, jadi pas dengan alur anime yang menceritakan 10 tahun kemudian ^_^


Characters : 
Meiko "Menma" Honma
Jinta "Jintan" Yadomi
Naruko "Anaru" Anjo
Atsumu "Yukiatsu" Matsuyuki
Chikako "Tsuruko" Tsurumi
Tetsudo "Poppo" Hisakawa
 Download Link (In Progress)

Sumber: wikipedia dan kaskus | Official Page: http://www.anohana.jp/

Kamis, 08 September 2011

[Sebuah Renungan] Di saat daku tua

Di saat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu.
Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku.

Di saat daku menumpahkan kuah sayuran di bajuku,
Di saat daku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu,

Ingatlah saat-saat bagaimana daku mengajarimu, membimbingmu untuk melakukannya.

Di saat saya dengan pikunnya mengulang terus-menerus ucapan yang membosankanmu,

Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku,
Di masa kecilmu, Daku harus mengulang dan mengulang terus sebuah
cerita yang telah saya ceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai dalam mimpi.

Di saat saya membutuhkanmu untuk memandikanku,
Janganlah menyalahkanku.

Ingatkah di masa kecilmu, bagaimana daku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?

Di saat saya kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern,
Janganlah menertawaiku.

Renungkanlah bagaimana daku dengan sabarnya menjawab setiap “mengapa” yang engkau ajukan di saat itu.

Di saat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku.
Bagaikan di masa kecilmu daku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan.

Di saat daku melupakan topik pembicaraan kita,

Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya.
Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku,
asalkan engkau berada di sisiku untuk mendengarkanku, daku telah bahagia.

Di saat engkau melihat diriku menua, janganlah bersedih.

Maklumilah diriku, dukunglah daku, bagaikan daku terhadapmu
di saat engkau mulai belajar tentang kehidupan.



Dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini, kini temanilah daku hingga akhir jalan hidupku.
Berilah daku cinta kasih dan kesabaranmu, Daku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur.
Di dalam senyumku ini, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu.

Sabtu, 27 Agustus 2011

Tips Bela Diri Ampuh! Jangan Disalahgunakan!

Banyak orang jahat di luar sana yang akan membungkam orang-orang yang mencoba menghalangi rencana kejahatan mereka. Untuk itu, kepinteran dan kejeniusan kita tidak akan berfungsi saat kita sudah berhadapan langsung dengan orang jahat, khususnya di jalanan.

Disnilah perlunya pengetahuan kita untuk menjaga diri kita untuk siap sedia saat situasi darurat, khususnya di perkelahian tangan kosong. Di bawah ini ada beberapa prinsip yang harus kita ingat dalam bela diri praktis, antara lain :

• Tidak ada aturan. Ini bukan pertandingan persahabatan di gelanggang yang menjunjung tinggi sportifitas. Tidak ada aturan bagi siapa pun yang melibatkan diri di dalamnya. Penyerang Anda tidak akan pusing memikirkan aturan, dan Anda pun sebaiknya melupakan segala aturan.

• Anda tidak perlu memikirkan nasib lawan. Orang yang menyerang Anda tiba-tiba di jalan tidak akan memikirkan keselamatan Anda. Karena itu, saya sarankan Anda mengesampingkan semua aspek moralitas barang sejenak dan memprioritaskan keselamatan pribadi di atas segalanya. Lagi pula, tidak ada jaminan Anda hanya akan diserang oleh satu orang.

• Hindari bergumul. Bergulat gaya Royce Gracie di UFC dulu memang kelihatannya keren, tapi sebaiknya jangan digunakan. Akan menjadi masalah besar jika Anda bergumul dengan lawan secara rapat, sementara ia menyimpan sebilah pisau di saku celananya. Kalau ia sempat meraih saku, tamatlah sudah. Di samping itu, bergumul dengan satu orang akan sangat membahayakan jika lawan Anda banyak. Sementara Anda bergumul dengan yang satu, datanglah yang lain. Namanya juga penjahat, tentu tidak sportif!

• Jangan terintimidasi. Jangan terpengaruh dengan suaranya yang menggelegar, kata-katanya yang kotor, wajahnya yang jelek, atau tubuhnya yang penuh tato. Anda mesti ingat bahwa manusia yang merasa perlu mengintimidasi orang lain adalah manusia yang memiliki rasa takut dalam dirinya. Andaikan ia memiliki kekuatan besar, misalnya bisa meremukkan pohon beringin, maka ia tidak akan merasa perlu mengintimidasi lawan. Sekali sentil pun musuh melayang.

• Kondisikan diri. Jangan ada keraguan. Sadarlah bahwa tidak ada pilihan selain melawan. Jika Anda masih ragu-ragu untuk melawan, maka jangan lakukan! Lawanlah jika Anda memang yakin. Jika belum yakin, maka yakinkanlah diri terlebih dahulu!

• Bersiap untuk apa pun. Namanya juga penjahat, mereka sudah terbiasa hidup curang. Anda tidak boleh berpikir bahwa mereka akan datang dengan tangan kosong hanya karena Anda tidak punya senjata. Anda pun sebaiknya berpikir dengan cara mereka. Kalau tiba-tiba ada sebatang linggis melintang di dekat kaki, mengapa harus gengsi? Ambil dan manfaatkan!

• Sadar tempat. Jangan mau didesak. Jika tempat Anda berpijak itu ramai, jangan mau dipojokkan ke tempat sepi. Tidak ada salahnya berteriak minta tolong agar penjahat itu diringkus ramai-ramai. Perhatikan keadaan sekitar. Adakah yang bisa dimanfaatkan demi keselamatan pribadi? Jika Anda yakin bisa menaklukkan mereka jika satu lawan satu, tidak ada salahnya lari ke gang yang sempit. Kalau ada tempat gelap yang berbahaya namun Anda sudah hapal luar kepala, tidak ada salahnya lari ke sana dan membereskan lawan-lawan Anda. Seluruh alam bisa digunakan sebagai senjata. Jangan ragu mendorong lawan agar jatuh ke jurang!

• Titik-titik berbahaya. Anda tidak perlu berlelah-lelah mengadu otot dengan lawan. Kalau lawan banyak, maka Anda perlu menghemat tenaga. Seranglah daerah-daerah yang berbahaya saja. Mata, kemaluan dan lutut adalah tiga titik penting yang harus Anda ingat baik-baik. Satu serangan kuat ke salah satu dari tiga titik itu sudah bisa menjamin kemenangan.

Berikut ini adalah tips-tips bela diri praktis yang bisa saya bagi. Barangkali tips-tips di bawah ini terkesan kejam, tapi beginilah keadaan di jalanan yang sebenarnya.

Pandangan. Mata tidak boleh terfokus pada satu bagian dari tubuh lawan. Mata harus bisa melihat seluruh tubuh lawan dengan bahu sebagai titik fokusnya (meskipun tetap tidak terfokus 100% pada bahu). Melihat bahu ada manfaatnya untuk menebak serangan lawan, karena biasanya bahu akan bergerak duluan sebelum menyerang, kecuali jika ia adalah ahli bela diri yang sangat terlatih. Jika mata Anda terfokus pada tangan, maka Anda tidak akan bisa mengawasi kakinya, demikian pula sebaliknya. Seluruh gerakan lawan harus bisa terlihat. Hal ini bisa dilatih, bahkan jika lawan berjumlah lebih dari satu orang.

Wajah lawan. Ya, sebagian besar preman memang jelek. Tapi tidak usah melihat wajahnya, karena yang menyerang adalah tangan dan kakinya, bukan wajahnya. Berhentilah menatap wajahnya. Kalau ia mendekatkan wajahnya, maka segera ambil kesempatan untuk melukai matanya.

Emosi. Jangan terlalu percaya pada mitos Dragon Ball. Manusia yang mengamuk tidak akan bertambah kuat. Serangannya pun akan semakin ngaco. Jika lawan hanya satu, ada baiknya memprovokasi lawan, misalnya dengan meludahi mukanya atau balas memaki. Tidak ada salahnya, ini cuma psy-war. Setelah emosinya terpancing, gerakannya akan menjadi serampangan dan susah terkendali.

Anting dan telinga. Jika lawan mengenakan anting, apalagi yang ukurannya besar, maka bersyukurlah! Lawan semacam ini mudah dihadapi jika kita tahu caranya. Cukup dengan menarik anting-anting itu sampai putus, maka dijamin ia akan bersimbah darah dan kesakitan. Tidak akan fatal sampai melenyapkan nyawanya, tapi kemungkinan besar ia akan terlalu sakit untuk meneruskan pertarungan. Siapa suruh jadi penjahat? Oya, jika tidak ada anting, daun telinga juga bisa sobek jika ditarik dengan keras. Mengapa tidak?

Dinding atau selokan. Jika di belakang Anda ada dinding atau selokan, ada baiknya memanfaatkannya untuk membenturkan kepala lawan atau melemparnya agar jatuh. Ketika dia menyerang, manfaatkan momentumnya!

Lutut dan kemaluan. Gunakan tendangan hanya untuk menyerang dua titik ini saja. Jika Anda menendang terlalu tinggi, lawan akan mudah menangkisnya. Sebaliknya jika Anda menendang ke bagian yang rendah, biasanya preman yang tidak terlatih bela diri tidak akan sempat mempertahankan diri. Jika lawan melakukan tendangan tinggi, tangkislah dengan tangan sambil menyerang bagian kemaluan atau kakinya yang sedang berpijak di atas tanah.

Atas-bawah. Mata di atas, lutut dan kemaluan di bawah. Lakukanlah serangan tipuan dengan berganti-ganti antara serangan atas dan bawah. Biasanya preman bukanlah ahli bela diri. Jika kita berpura-pura akan menyerang ke arah kepalanya, paling-paling ia akan menyiapkan double cover layaknya petinju. Nah, itulah saat yang tepat untuk menyerang lutut atau kemaluan! Demikian juga jika Anda melakukan serangan tipuan ke arah lutut, dan lawan menyambutnya dengan menurunkan kedua tangannya, Anda tidak perlu ragu untuk menyerang mata atau telinga lawan.

Tulang kering. Jangan terlalu takut pada lawan yang suka menendang. Jika ia mengumbar tendangan, dekati sedikit dan benturkan tulang keringnya dengan otot lengan atau siku Anda. Kemungkinan besar dialah yang akan mengerang kesakitan.

Jarak. Jika jarak Anda dengan lawan cukup rapat, maka tidak bijaksana untuk memaksakan memukul dan menendang. Gunakan serangan dengan siku dan lutut. Agak jauh sedikit boleh menggunakan pukulan, sedangkan jarak yang lebih jauh lagi mengharuskan Anda menggunakan teknik tendangan. Jarak yang cocok untuk tendangan jangan digunakan untuk menyerang dengan siku, demikian pula sebaliknya.

Sesuaikan dengan situasi. Jangan berharap akan terjadi kondisi ideal. Andalah yang harus menyesuaikan diri dengan situasi, bukan situasi yang menyesuaikan diri dengan Anda. Lakukan apa yang Anda anggap perlu untuk menyelamatkan diri. Ingat, apa pun sah dalam rangka menyelamatkan diri. Apa pun!

Apabila lawanmu lebih dari satu orang atau mereka menggunakan senjata api, maka berusahalah menghindar dengan memanfaatkan kondisi lingkungan saat itu.

Jadi,buat apa kita takut sama orang jahat?
Sherlock Holmes mengatakan :
Orang yang berkelahi demi kebenaran akan mendapat kekuatan tiga kali lipat dari senjata yang dimilikinya.
(The disappearance of Lady Frances Carfax)

Kamis, 04 Agustus 2011

Ketika Musim Berubah

Di tengah keramaian akhir minggu
Aku sedang menyendiri tanpa tujuan
Aku masih mempunyai keberaniaan untuk melawannya
Tapi aku juga takut suasana ini rusak

Aaaah, selama ini kita selalu berdua
Dan belum terbiasa dengan kesendirian ini

Awan membawa pagi, ditiup angin
Walaupun kini terpisah, kuharap masih ada kesempatan untuk bertemu lagi
Daripada dicintai, lebih baik mencintai dengan setulus hati
Seperti sedang berdiri di atas tebing di hari yang cerah

Kekeringan hatiku dan berhari-hari kita bersama yang membekas di tubuhku
Putih dan dinginnya hari di musim dingin
Aku masih mengingatnya berkat kehadiranmu

Aaaah, aku ingin menangis, manangis sebisanya

Ingin kurebut kembali hatimu yang telah ditiup angin
Seperti teriknya musim panas yang menghapus dinginnya salju
Andaikan hari-hari itu kembali, hidupku pasti akan kembali cerah
Kini aku menangis seperti anak kecil

Kau tak ada disampingku ketika musim berubah

Awan membawa pagi, ditiup angin
Walaupun kini terpisah, kuharap masih ada kesempatan untuk bertemu lagi
Daripada dicintai, lebih baik mencintai dengan setulus hati
Seperti sedang berdiri di atas tebing di hari yang cerah

Do you remember ?
Do you remember ?


Dipetik dari Komik Doraemon